Pedoman Kita.com,Magelang – Menyikapi issue yang sedang berkembang dan terdengar santer ,,.. tentang Suatu niat Yang menjadi beban Psikologi bagi Kelompok yang tidak beruntung, Jika Bupati dan Wakil Bupati menaruh dendam terhadap Siapa yang tidak mendukungnya pada Pilkada Lalu.
A.Ina dan Abustan sama Sekali tidak Punya Niat seperti itu, hanya saja Keduanya mau bekerja sesuai Visi dan Misinya artinya Beliau mau bekerja bersama dengan yang Se Visi Dengan Demikian Misinya dapat tertata dengan baik
Masa Kita mau Mengelola Pemerintahan Ini dengan Orang Orang yang tidak Searah, Kami bisa apa ? Banyak Yang mendukung Kami hingga perjuangan itu membuahkan Hasil, Mereka Semua berdarah darah demi mewujudkan Perubahan Yang tertata, mewujudkan Kesejahteraan Yang lebih cepat.
Mereka yang telah berjuang bersama Kami, tidak Mungkin berhenti hanya sampai pada episode Kemenangan dan hanya mengantar hingga jadi Bupati dan Wakil Bupati Barru
5 Tahun Kedepan Kami Berdua Mengemban Amanah tentu tidak mungkin dilakoni hanya A.Ina dan Abustan tentu tidak Mau Kehilangan Orang Orang yang membersamai dalam Suka dan Duka, Melukai dengan tidak memberi ruang pada Mereka Untuk Berkarya, Bekerja membantu berpikir, dan Menikmati hasil Perjuangannya, adalah suatu perbuatan yang menyakitkan
Olehnya itu disinilah Cakrawala berpikir Yang Rasional harus di Gunakan bagi Yang tidak beruntung di Pilkada Lalu , Mappatabeka Kami Berdua tentu tidak mau terpisah dengan Pejuangku sebab Melalui Pilkada Kami mengawali Mengemban Amanah,
Ada Janji Politik yang harus diwujudkan bersama Mereka,maka tentu ada strategi dalam mengatur Ritme Pemerintahan di Bawa Kendali Kami Berdua.
Bahwa sebenarnya Bupati dan Wakil Bupati terpilih , secara psikologi tentu tidak ada niat untuk membalas Dendam , namun perlu diketahui konsekuensi politiknya tentu berdampak pada proses pembelajaran kepada siapapun pihak yang tidak mendukung atas kemenangan yang Kami Raih
Dengan demikian kepada pihak yang tidak beruntung, dimohon jangan terlalu banyak berharap , karena harapan anda belum tentu datang dan terkabulkan
Pemerintahan ini harus dikelola dengan Irama Yang Sama, Gerak Yang Sama, Olehnya itu Kami Mengatur Irama itu Dengan Ruang Yang Luas tapi Terbatas
Mari Kita Bangun Barru ,Kita Jaga, Kita Rawat dengan Suasana Yang Sejuk, Dan Berkarakter, Saling Mengerti,memahami dan Jangan memaksakan Kehendak Seolah Olah Kami bukan Pemenang,
Kita Tata Pemerintahan dengan Benar,Rakyat harus menikmati Perubahan Yang tertata, Menikmati Kesejahteraan Lebih Cepat, Saya A.Ina dan Abustan Butuh Keseimbangan antara Hak dan Kewajiban,tuturnya(AM)