Pedoman Kita.com, Barru – Acara serah terima jabatan Bupati dari periode 2021-2025 ke periode 2025-2030 berlangsung dengan penuh khidmat di hadapan para Pejabat Forkopimda, Pimpinan OPD,Para Camat, Kepala Desa dan Lurah yang hadir. Prosesi ini menandai peralihan kepemimpinan yang diharapkan dapat membawa kesinambungan pembangunan dan pelayanan bagi masyarakat.
Dalam suasana penuh kehangatan, Bupati A. Ina tetap menyebut Suardi Saleh dengan panggilan “Bupati,” sebuah gestur yang mendapat tepuk tangan meriah dari para hadirin. Sikap ini mencerminkan penghormatan terhadap pemimpin sebelumnya dan menunjukkan nilai-nilai etika dalam pemerintahan.

Acara serah terima jabatan, yang menegaskan bahwa tanggung jawab pemerintahan secara resmi diserahkan kepada pemimpin baru. Setelah itu, dilakukan penandatanganan dokumen serah terima, diikuti dengan penyerahan simbol kepemimpinan Daerah , dokumen program kerja, dan buku memori jabatan yang berisi catatan perjalanan pemerintahan sambil Menunjuk Wakil Bupati DR.Ir.Abustan MSi, Ir Suardi Saleh Katakan Isi buku itu ada Pada Wakil Bupati. Barru
Pidato Perpisahan dan Harapan Masa Depan Dalam sambutannya, Bupati 2021-2025 Suardi Saleh menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh masyarakat, ASN, dan pihak terkait yang telah bekerja sama dalam membangun daerah selama masa kepemimpinannya.
“Lima tahun terakhir adalah perjalanan yang penuh tantangan, tetapi juga penuh kebersamaan. Saya berharap kepemimpinan selanjutnya dapat melanjutkan apa yang telah kita bangun bersama demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati 2025-2030 A. Ina dalam pidatonya menegaskan komitmen untuk meneruskan pembangunan yang telah berjalan serta menghadirkan inovasi baru.
“Kepemimpinan ini bukan hanya tentang saya, tetapi tentang kita semua. Mari kita bersatu, bekerja bersama, dan memastikan bahwa daerah ini maju berkeadilan, Perubahan yang tertata, dan Sejahtera lebih cepat,” kata A. Ina dengan penuh semangat.
Suasana haru dan penuh kebersamaan terasa sepanjang acara. Para tamu undangan, memberikan apresiasi atas proses transisi yang berjalan dengan baik dan penuh keharmonisan.
Bupati A. ina tetap santun memanggil Suardi Saleh sebagai Bupati yang disambut tepuk tangan yang riuh
Kalimat tersebut menggambarkan sikap santun Bupati A. Ina yang tetap memanggil Suardi Saleh dengan sebutan “bupati,” meskipun mungkin ada perubahan status atau konteks tertentu. Sikap ini mendapat sambutan meriah dari hadirin, yang menunjukkan apresiasi terhadap penghormatan dan etika dalam komunikasi antara pejabat.
Sikap Bupati A. Ina yang sesekali menyebut Wakil Bupati dengan sebutan Puang Bustan tetap menyebut Suardi Saleh sebagai “bupati” mencerminkan nilai-nilai penghormatan dan etika dalam kepemimpinan. Meskipun mungkin ada perubahan dalam jabatan atau kondisi politik, tindakan ini menunjukkan bahwa penghormatan terhadap seseorang tidak semata-mata bergantung pada status formal, melainkan juga pada rekam jejak, jasa, dan hubungan yang telah terjalin.
Tepuk tangan yang riuh dari hadirin mengindikasikan bahwa audiens juga menghargai sikap tersebut. Bisa jadi, hal ini mencerminkan dukungan terhadap apresiasi pada A. Ina – Abustan menjaga adab dalam berkomunikasi. Dalam politik dan pemerintahan, gestur seperti ini sering kali memiliki makna lebih dalam, seperti upaya menjaga harmoni, menunjukkan kedewasaan dalam berpolitik, atau bahkan membangun solidaritas di antara pemimpin dan masyarakat.

Tepuk tangan Yang Riuh Kembali menggelora saat “A. Ina katakan serah terima jabatan Bupati bukanlah sebuah ritual birokrasi” menunjukkan bahwa menurut A. Ina, serah terima jabatan Bupati bukan hanya sekadar formalitas administratif, tetapi memiliki makna yang lebih dalam.
Ini bisa berarti bahwa momen tersebut adalah bagian dari kesinambungan pemerintahan, penyerahan tanggung jawab, serta awal dari kepemimpinan baru yang harus dijalankan dengan penuh komitmen dan tanggung jawab..
Ina mengatakan bahwa serah terima jabatan Bupati bukanlah sekadar ritual birokrasi, itu menegaskan bahwa proses ini memiliki makna yang lebih mendalam dibanding hanya seremoni formal.
Dalam konteks pemerintahan daerah, serah terima jabatan Bupati adalah momen penting yang mencerminkan:Kontinuitas Kepemimpinan – Pemerintahan harus tetap berjalan dengan baik tanpa adanya kekosongan kepemimpinan.
Pemimpin yang baru harus melanjutkan kebijakan, program, dan tanggung jawab yang ada.Proses ini menandakan keterbukaan dalam transisi kekuasaan, memastikan bahwa masyarakat mengetahui perubahan kepemimpinan. Pemimpin baru diharapkan membawa perubahan positif dan meningkatkan kesejahteraan daerah.
Pernyataan ini juga bisa menjadi pengingat bahwa serah terima jabatan tidak boleh hanya menjadi acara seremonial tanpa dampak nyata. Pemimpin yang baru harus segera bekerja dan membuktikan bahwa transisi ini membawa manfaat bagi masyarakat.
Andi Ina Kartika Sari SH.MSi menutup sambutannya dengan mengungkap Komitmennya dengan DR.Ir. Abustan A.Bintang. MSi, Kalau dirinya Berdua Sepakati Jadi Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Barru hanya Mau Mappedeceng.
Acara ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan persatuan dalam menyongsong masa depan daerah yang lebih cerah.(AM)