Wakil Rektor Unhas Pimpin Langsung Tim Bantuan Gempa NTT ke Manggarai

Daerah Makassar Nasional News
Spread the love

Pedomankita.com, Makassar – Wakil Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Muhammad Ruslin, memimpin langsung tim bantuan Unhas ke Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Tim membawa bantuan logistik sekaligus menjalankan misi kemanusiaan bersama mahasiswa KKN-TB Unhas untuk membantu masyarakat terdampak bencana.

Penyerahan bantuan berlangsung di Posko BNPB Ruteng, Kabupaten Manggarai, Rabu (19/8), bersamaan dengan dimulainya rangkaian kegiatan Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik Tanggap Bencana (KKN-TB) Unhas di wilayah tersebut.

Bantuan berupa kebutuhan makanan dan logistik lainnya diserahkan secara simbolis oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. drg. Muhammad Ruslin, M.Kes., Ph.D., Sp.BM(K), didampingi Dr. Eng. Ilham Alimuddin bersama 10 mahasiswa perwakilan KKN-TB Angkatan 117. Bantuan diterima oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai, Lambertus Paput, S.Sos.

Posko BNPB Ruteng menjadi salah satu titik koordinasi tim selama menjalankan misi kemanusiaan di Manggarai. Setelah penyerahan bantuan, tim akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk mengidentifikasi serta mendukung penanganan kebutuhan masyarakat terdampak di lapangan.

Tim KKN-TB sebelumnya berangkat dari Makassar menuju Labuan Bajo, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur. Kegiatan tersebut dirancang sebagai bagian dari respons cepat sekaligus pengabdian mahasiswa kepada masyarakat di wilayah terdampak bencana.

Usai menjalankan agenda di Kabupaten Manggarai, rombongan akan melanjutkan perjalanan menuju Kecamatan Lambaleda, Kabupaten Manggarai Timur. Di wilayah tersebut, tim melanjutkan koordinasi dan kegiatan kemanusiaan sesuai kebutuhan masyarakat serta arahan pemerintah daerah.

Keterlibatan KKN-TB Angkatan 117 menjadi bagian dari upaya Unhas mengerahkan sumber daya akademik untuk mendukung masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat dan proses pemulihan pascabencana di Nusa Tenggara Timur. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *