Pedomankita.com,Makassar-Komite Nasional Pemuda Indonesia resmi melantik 500 pengurus daerah KNPI Sulawesi Selatan dalam sebuah prosesi yang disebut sebagai momen bersejarah bagi organisasi kepemudaan tersebut. Pelantikan yang digelar di Makassar itu dihadiri langsung oleh tiga Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) KNPI sekaligus dalam satu forum dan satu waktu.
Ketua KNPI Sulsel, Vonny, memimpin langsung jajaran kepengurusan yang terdiri atas tiga Ketua Harian, 10 Wakil Ketua, serta 500 pengurus inti yang mewakili 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
Menurut Vonny, kehadiran tiga Ketua DPP KNPI dalam satu agenda pelantikan menjadi catatan penting dalam sejarah organisasi kepemudaan di Indonesia.
“Pelantikan kami ini, menurut saya, sangat bersejarah. Insyaallah kalau saya tidak keliru, ini yang pertama kali terjadi di seluruh Indonesia. Sulawesi Selatan mendapat kehormatan tertinggi, dikukuhkan dan disaksikan langsung oleh tiga Ketua DPP KNPI sekaligus dalam satu acara pelantikan,” ujar Vonny di hadapan ratusan pengurus dan tamu undangan.
Ia mengaku tidak pernah membayangkan momen tersebut dapat terjadi dan menyebutnya sebagai bentuk penghormatan besar bagi pemuda Sulawesi Selatan.
“Ini penghormatan tertinggi bagi Sulsel, sekaligus beban kehormatan yang berat. Ini membuktikan kami harus lebih siap, lebih kuat, dan lebih bekerja keras lagi,” katanya.
Vonny juga menilai dukungan dari pimpinan pusat menjadi bukti legitimasi kepengurusan KNPI Sulsel yang dipimpinnya.
“Ini bukti nyata bahwa KNPI Sulsel diakui, sah, dan menjadi rujukan persatuan,” tambahnya.
Dalam pidatonya, Vonny turut mengajak seluruh elemen pemuda di Sulawesi Selatan untuk mengedepankan persatuan dan meninggalkan kepentingan pribadi maupun ego kelompok.
“Saya mengajak seluruh pemuda Sulawesi Selatan: mari majukan kepemudaan kita bukan untuk diri sendiri, bukan untuk kekuasaan semata,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan komitmennya untuk membangun kembali hubungan antarelemen kepemudaan yang selama ini dinilai renggang.
“Saya siap menjahit kembali tali silaturahmi yang mungkin terputus atau renggang di luar kepengurusan kami. Semua kita arahkan ke satu tujuan: Pemuda Indonesia bersatu, KNPI makin maju, Indonesia berjaya,” katanya.
Menanggapi keberadaan pihak lain yang mengatasnamakan KNPI di luar struktur yang diakuinya, Vonny menyampaikan pandangan secara diplomatis namun tegas.
“Kita paham, di perjalanan gerakan pemuda, kadang muncul nama-nama atau kelompok yang merasa dan mengaku mewakili nama besar organisasi ini. Namun biarlah publik dan sejarah yang menilai: mana yang lahir dari proses lengkap, mana yang membawa aspirasi nyata 24 kabupaten kota, dan mana yang dikukuhkan langsung oleh tiga Ketua DPP KNPI sekaligus,” ujarnya.
Ia menegaskan pihaknya tidak ingin terjebak dalam polemik internal organisasi, melainkan fokus pada kerja nyata bagi masyarakat dan pemuda Sulawesi Selatan.
“Dengan kekuatan luar biasa 500 orang ini, kami siap mewakafkan seluruh jiwa, raga, tenaga, dan pikiran demi memajukan Sulawesi Selatan dan seluruh 24 kabupaten/kota. Kami hadir bukan berdebat, tapi berkarya; bukan memecah belah, tapi menyatukan segala potensi demi kejayaan bersama,” tutup Vonny.