Pedomankita.com, Maros – Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko memimpin panen raya padi seluas 338 hektare di Desa Bonto Tallasa, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Pangdam menegaskan Sulsel tetap menjadi salah satu lumbung pangan nasional dan optimistis target cadangan beras tahun ini tercapai.
Panen raya tersebut merupakan kolaborasi TNI Angkatan Darat bersama Kementerian Pertanian dalam mendukung Program Asta Cita menuju ketahanan pangan nasional. Kegiatan itu turut dihadiri unsur pemerintah daerah, TNI, serta kelompok tani.
“Panen raya ini merupakan kerja sama TNI dan Kementerian Pertanian dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Hasil panen di wilayah ini diperkirakan mencapai 5,5 hingga 6 ton per hektare,” ujar Mayjen Bangun.
Panen dilaksanakan di lahan sawah seluas 338 hektare yang merupakan total luas baku sawah Desa Bonto Tallasa. Sementara luas baku sawah di Kecamatan Simbang mencapai 2.327 hektare dan Kabupaten Maros memiliki luas baku sawah 25.276 hektare.
Salah satu kelompok yang mengikuti panen yakni Kelompok Tani Permata dengan luasan sekitar 75 hektare menggunakan varietas padi Inpari 32/MR.
Dalam kegiatan itu, pemerintah juga menyerahkan bantuan lima unit traktor roda empat untuk mendukung mekanisasi pertanian. Sebelumnya, wilayah tersebut telah memiliki 12 unit traktor roda dua. Selain itu, sebanyak 70 paket sembako turut dibagikan kepada masyarakat.
Mayjen Bangun menyebut Sulawesi Selatan masih menjadi salah satu penopang utama stok beras nasional. Hingga semester pertama tahun ini, realisasi cadangan beras di Sulsel telah mencapai 520.629 ton atau sekitar 75 persen dari target 697.610 ton.
Tak hanya itu, serapan gabah setara beras juga telah menembus sekitar 1,35 juta ton. Pangdam optimistis capaian tersebut akan terus meningkat seiring panen raya yang berlangsung di berbagai daerah hingga November mendatang.
Ia memastikan petani tidak perlu khawatir terhadap pemasaran hasil panen. Sebab, Bulog telah menetapkan harga pembelian gabah minimal Rp6.500 per kilogram dan kapasitas gudang masih mencukupi untuk menyerap produksi petani.
Bangun juga menekankan peran Babinsa dalam mendukung sektor pertanian. Menurutnya, Babinsa mendampingi petani mulai dari pengaturan irigasi, pengawasan distribusi pupuk, pendampingan program cetak sawah, hingga mengoordinasikan jadwal panen dengan Bulog agar penyerapan gabah berlangsung lebih cepat.
“Kerja sama Babinsa dengan Bulog sangat membantu. Informasi waktu panen dan perkiraan hasil panen dapat disampaikan lebih awal sehingga Bulog bisa langsung menyiapkan pembelian gabah dari petani,” tutupnya. (*)