Pedomankita.com, Makassar – Inspektorat Jenderal Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memantau langsung penyelenggaraan ibadah haji di Embarkasi Makassar. Hasilnya, mayoritas jemaah mengaku puas terhadap layanan, meski terdapat sejumlah penyesuaian kebijakan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan.
Pemantauan dilakukan sejak Senin (20/4/2026) oleh tim yang dipimpin Asep Subhana bersama Arvira Nur Kholifah dan Nurul Muhlisha. Pengawasan mencakup seluruh tahapan, mulai dari kedatangan jemaah dari daerah hingga proses pemberangkatan.
Asep menyampaikan, secara umum pelaksanaan berjalan lancar, tertib, dan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
“Seluruh proses, baik dari kedatangan, pelayanan di asrama, hingga pemberangkatan, berjalan dengan baik sesuai SOP,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Salah satu perubahan yang menjadi sorotan adalah mekanisme pembagian paspor dan boarding pass. Jika sebelumnya dokumen diberikan saat kedatangan melalui sistem pelayanan satu atap (one stop service), kini penyerahan dilakukan saat pemberangkatan.
Menurut Asep, kebijakan ini diterapkan untuk meminimalkan risiko dokumen tercecer atau hilang, terutama bagi jemaah yang tinggal di asrama lebih dari 24 jam. Skema serupa juga diberlakukan di sejumlah embarkasi lain.
Di sisi lain, pada awal pelaksanaan sempat ditemukan beberapa kendala, seperti antrean layanan kesehatan dan pemeriksaan wanita usia subur, serta gangguan aliran air di toilet. Namun, seluruh persoalan tersebut dapat segera diatasi.
“Panitia cukup responsif. Setiap kendala yang muncul dapat langsung diselesaikan pada hari yang sama,” jelasnya.
Selain itu, tim Inspektorat juga mencatat sejumlah hal yang perlu ditingkatkan ke depan, di antaranya optimalisasi kamar lansia, penambahan pegangan di kamar mandi atau toilet, serta penyesuaian ukuran seragam petugas kloter agar lebih nyaman digunakan.
Meski ada beberapa catatan, hasil wawancara menunjukkan mayoritas jemaah merasa puas dengan pelayanan yang diberikan.
“Secara umum pelayanan sudah sangat baik, tinggal ditingkatkan agar lebih optimal,” pungkas Asep. (*)